belajar istinja'



             

              BELAJAR ISTINJA’


Jika kita menyebut istilah istinja’ dizaman sekarang ini kepada
orang –orang islam baik yang tinggal di perkampungan, lebih-
lebih bagi mereka yang  tinggal di perkotaan,,,
Maka kita akan dapati fakta bahwa mereka akan merasa asing
Dengan kalimat istinja’, istilah apaan sih intinja’ itu,
Padahal istinja’ memiliki kedudukan yang sangat penting
Dalam islam,saking pentingnya istinja’ bagi umat muslim
Sampai-sampai Nabi Muhammad SAW harus meperingatkan
Dalam haditsnya tentang siksa bagi mereka yang
Meremehkan istinja’,  seperti yang disebutkan oleh Ibnu Hajar
Al Asqolani dalam Bulughul Marom saat membahas
bab “Buang Hajat”.
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – 
– اِسْتَنْزِهُوا مِنْ اَلْبَوْلِ, فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ اَلْقَبْرِ مِنْهُ – رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيّ
Yang  artinya  :    “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Bersihkanlah diri dari kencing. Karena
kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas kencing
tersebut.” Diriwayatkan oleh Ad Daruquthni”.

mari kita bahas satu persatu hal-hal yang berkaitan
dengan istinja’ tersebut.

1.     pengertian istinja’
Istinja'  menurut  bahasa  artinya  terlepas  atau   selamat,
dari bahasa Arab    لْاِسْتِنْجَاءا .   Sedangkan istinja’  menurut
istilah syariat Islam ialah bersuci sesudah buang air besar
atau buang air kecil.

2.     Niat istinja’
Dalam hal pelaksanaan istinja’ tidak disyaratkan niat karena
termasuk bab Attarki (meninggalkan) bukan termasuk
bab Al’amal (amalan) seperti wudhu yang mensyaratkan niat
sebagai salah satu syarat sahnya wudhu.Klik disini untuk baca kaifiat wudhu
namun kita dibolehkan untuk berniat sebelum
beristinja’. Niat istinja' setelah buang air kecil
yaitu  :  Nawaitu istinja'a minal bauli
(aku niat instinja' dari buang air kecil)

sedangkan Niat istinja' setelah buang air besar
yaitu  :  Nawaitu istinja'a minal bauli wal ghoiti
(aku niat istinja' dari buang air besar).

3.     Alat yang dipakai untuk beristinja’
Beristinja’ itu hukumnya adalah wajib bagi orang yang baru
saja buang air besar maupun buang air kecil, baik dengan
air ataupun dengan benda selain air. Benda selain air yang
dapat digunakan untuk beristinja ialah benda yang keras
dan kesat seperti batu, kertas atau daun-daun yang sudah
kering.

4.     Do’a setelah istinja’
Do’a setelah beristinja’ hukumnya adalah sunat dan dianjurkan
Dan do’anya adalah sebagai berikut :
النِّفَاقِ مِنَ قَلْبِيْ وَظَهِّرْ الْفَوَاخِشِ مِنَ فَرْجِىْ حَسِّنْ اَللّٰهُمَّ
Artinya : "Ya Allah bersihkanlah farjiku (kemaluan)
dari keburukan dan bersihkan hatiku dari nifaq
(kemunafikan)."

5.    Fardhu istinja’
Fardhu istinja’ itu ada tiga macam   :
          a.     Menghilangkan material najis.
          b.     Menghilangkan baunya.
          c.      Menghilangkan rasanya.

6.     Kesempurnaan beristinja’
Untuk menyempurnakan istinja’, itu harus memenuhi
2 perkara, yaitu :
          a.     Suci (memastikan najis telah hilang material,baud an rasanya).
          b.     Ikhlas hatinya dalam melaksanakan istinja’ karena Allah.

               Demikianlah pembahasan tentang istinja’, yang menurut
               Saya sangat penting kedudukannya dalam pelaksanaan berbagai     
               Ibadah yang telah disyari’atkan dalam agama islam, agar kita 
               yakin dalam keadaan suci pada sa’at melaksanakan ibadah
               seperti : shalat,membacaAlqur’an dan lain-lain.

Komentar

ARTIKEL POPULER

SHALAT PERUKUNAN MELAYU

sudahkah anda berwudhu

menghidupkan malam dengan shalat tahajjud

Meneladani sepenggal kisah imam syafi’i

4 MAZHAB ISLAM

Mari mencintai para habaib

TOLONG BAWA AKU KE SURGA, KAWANKU

mari shalat istikharah

menjemput rezeki dengan shalat dhuha